Home » Gaya Hidup, Kuliner » 7 Kuliner Tengah Malam di Jogja

Kuliner

7 Kuliner Tengah Malam di Jogja



angkringan

Sensasi makan tengah malam di Jogja adalah kata lain dari kenikmatan duniawi yang tak tertandingi hal apa pun. Mengapa demikian? Bagi mahasiswa atau para pekerja kebanyakan, Jogja adalah kota yang sangat bersahabat dengan malam, sehingga tidak ada alasan untuk terpejam lebih awal atau menahan lapar hingga pagi.

Beragam tempat kuliner ditawarkan untuk memuaskan rasa lapar dengan elegan. Bagi para nokturnal, tempat-tempat kuliner tengah malam ini tak gubahnya sebuah tempat ibadah yang jika tidak didatangi sehari saja bakal membuat limbung jiwanya.

Berikut adalah tempat-tempat kuliner malam di Jogja yang telah disusun redaksi kami. Selamat menikmati.

Gudeg Pawon

Sesuai dengan namanya warung makan ini menyajikan seluruh hidanganya di dalam pawon (dapur). Di tempat ini anda akan merasakan nuansa yang tidak biasa seperti di tempat makan pada umumnya. Semua pembeli serta penjualnya tumpah-ruah jadi menjadi satu di dalam pawon, tempat gudeg dimasak.

Berlokasi di Jl. Dr. Soepomo atau Jl. Jaturan No. 36-38 Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Gudeg pawon mulai buka pukul 23.30 WIB. Jika anda mencari lokasi gudeg pawon maka setelah Anda melalui Jl. Dr. Soepomo carilah rumah dengan banyak kendaraan terparkir di depannya, sudah pasti itu Gudeg Pawon.

Soto Sampah

Namanya yang terkesan nyeleneh memberikan rasa penasaran yang luar biasa bagi mereka yang belum pernah menyambanginya. Warung soto yang diramai dikunjungi setelah jam 10 malam ke atas ini terletak di Jl. Krangan depan SPBU Kranggan. Saking populernya Soto Sampah juga memiliki penyebutan yang berbeda-beda di kalangan penggemarnya. Ada yang menyebut dengan nama soto becak, soto sumuk (berkeringat), bahkan soto demit (setan). Tidak jauh berbeda dengan di tempat lain, soto ini juga berisi kol, tauge, dan juga bihun. Bedanya soto ini tidak menggunakan daging, melainkan menggunakan lemak sapi, selain itu penyajiannya menggunakan piring bukan mangkuk. Inilah yang membedakan soto sampah dengan soto lainnya.

Soto sampah ini sebenarnya buka 24 jam. Namun, warung soto ini biasanya ramai pengunjung di atas 22.00 hingga subuh. Soto yang dijual dengan harga R. 4.000 ini, sejak tahun 1970 sudah memiliki banyak pelanggan.  Bahkan pakar kuliner Bondan Winarno pernah mencicipi soto ini.

Kopi Jos

Jika Anda berada di Jogja jangan lupa untuk berkunjung lokalisasi angkringan. Terletak di utara Stasiun Tugu, jika anda dari arah utara langsung saja menuju perempatan tugu, kemudian ke arah selatan (Jl. Mangkubumi), sebelum tikungan ke arah kota baru atau Jl. Malioboro anda belok kanan dan cari lokasi yang banyak gerobak angkringan maupun sepeda motor yang terparkir.

Di tempat ini tersedia banyak menu Khas Angkringan seperti Nasi Kucing (Sego Kucing), Susu Jahe, Sate Usus, Sate endog dan masih banyak lagi. Namun di tempat ini terdapat menu khasnya yaitu Kopi Jos. Kopi Jos merupakan  kopi yang disajikan panas dengan diberi arang. Kelebihan kopi itu adalah kadar kafeinnya yang rendah karena dinetralisir oleh arang. Nama Kopi Jos berasal dari suara nge-jos saat arang yang panas dimasukan ke dalam segelas kopi.

Nasi Campur Demangan

Anda bosan makan gudeg?  Jika iya, nasi campur Demangan lah solusinya. Warung nasi campur ini baru buka selepas jam 8 malam saat toko di deretan pasar Demangan sudah tutup. Warung nasi ini sederhana, tempat makannya pun hanya jejeran kursi plastik. Tumpukan lauk seperti ayam goreng, telur ceplok, tempe, tahu goreng atau bakwan jagung tersedia di warung ini.

Keistimewaan nasi campur Demangan ini adalah memuaskan para penggemar makanan pedas tengah malam. Nasi dihidangkan dengan lauk teri pedas, sayur labu, kering tempe, oseng-oseng kacang panjang dan jagung muda, serta lodeh. Rasa pedas nasi campur ini berasal dari oseng teri yang dimasak dengan cabai. Kuahnya yang pedas begitu dominan dari rasa keseluruhan nasi campur ini. Harga seporsinya plus teh hangat dimulai dari Rp.7.500, tergantung lauk apa yang kita makan.

Sate Samirono

Warung sate yang terletak di Jalan Colombo no. 105/38, atau tepat berada di depan GOR UNY ini buka selama 24 jam. Berbagai macam menu daging tersedia di warung ini diantaranya sate ayam, tongseng, sate goreng, sate kambing, sate sapi, sate bebek, sate buntel, tongseng kambing, gulai, tengkleng, sampai nasi goreng. Jangan khawatir terhadap harganya. Meskipun tergolong warung yang tersohor, harga makananya dapat kita nikmati mulai dengan harga 8 ribu hingga 23 ribu rupiah.

Warung sate ini didirikan oleh H. Syafe’i pada tahun 1977. Awalnya bapak 4 orang anak ini adalah penjagal kambing. Suatu ketika oleh seorang Kyai pernah memberi nasihat pada Syafe’i agar membuka lapak sate di daerah Samirono. Nasehat tersebut dilakukan, dan terbukti sampai sekarang Warung sate Samirono telah menjelma menjadi salah satu warung tersukses di Jogja dan menjadi bisnis turun temurun. Pelangan yang datang juga bukan hanya kalangan kelas mengah ke atas saja. Lokasinya yang dekat dengan kampus ternama di Yogyakarta, membuat banyak mahasiswa yang menjadi pelangan sate ini.

Peacock

Peacock Coffee adalah sebuah kedai kopi minimalis yang nyentrik dengan suguhan buku, koneksi internet, sebagai penghantar menu utamanya. Konsep self order jadi ciri khasnya. Tersedia area indoor dengan kursi-kursi serta meja bundar kayu yang bisa memuat hingga 18-20 orang, sedangkan area outdoor yang menempati sebuah taman kecil yang asri dengan banyak tanaman memiliki kapasitas hingga 20 orang.

Menu makanan ringan yang ditawarkan di Peacock Coffee dibandrol dengan harga sangat terjangkau mulai 10 ribu perak saja anda bisa mencicipi Tuna Pastel, Apple Pie, Choco Waffle, Blackforest, Banana Cake dan yang wajib anda coba adalah Chicken Lasagna juga Macaroni Schootel yang rasanya mak jos.

Kedai 24

Bagi mahasiswa atau pelajar di Jogja, burjo telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain keunggulan burjo yang selalu buka 24 jam, burjo juga tidak jarang jadi ajang untuk berkumpul dan bersendagurau bahkan untuk berdiskusi. Dan burjo yang paling kami rekomendasikan untuk santap tengah malam dan segala macam aktivitas tadi ialah Kedai 24.

Secara tempat dan konsep Kedai 24 ini lebih mirip dengan kafe. Pada kenyataanya Kedai 24 menyuguhkan menu yang biasanya menjadi standar tetap burjo. Tidak hanya itu harganya pun burjo, abis! Tunggu apalagi Kedai 24 terletak di beberapa titik di Jogja yang tersebar di wilayah Kota dan Sleman. Cekidot!

 

Facebook Twitter Share on Google+